Bupati Siak Ingin Gedung yang Dibangun Bernuansa Melayu dan Tahan 50 Tahun

(Berita Daerah – Sumatera)  Akhir tahun 2015, ada sejumlah gedung yang dibangun dengan menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Siak hingga ratusan miliar rupiah. Kendati kebijakan itu masih mendapat kritikan dari sebagian masyarakat, namun Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi tetap optimis, gedung-gedung yang sudah dibangun itu akan memberikan manfaat kepada masyarakat, dikutip dalam laman Siakkab.go.id, Rabu (13/1)

“Memang biayanya besar, tapi manfaatnya juga sangat besar nantinya. Biasalah kalau ada yang tak suka, tapi semua yang saya lakukan demi kesejahteraan masyarakat. Saya ingin gedung yang dibangun bernuansa Melayu dan bisa tahan hingga 50 tahun ke depan,” kata Syamsuar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Siak Irving Kahar Arifin menambahkan, dari tahun 2014, pihaknya mulai mengerjakan pembangunan Gedung Daerah, Gedung Kesenian dan Jembatan Kupu-kupu. Untuk Gedung Daerah dan Kesenian, ornamen bangunannya sangat kental Budaya Melayu. Kedua gedung ini sudah rampung pembangunannya, tinggal interior dan akses jalan saja yang akan dilanjutkan tahun 2016 ini.

Proses pengerjaan kedua bangunan yang dilakukan pihak rekanan tak ada masalah. Akhir tahun 2015 lalu sudah kita cek, selama 6 bulan masa perawatan. Artinya, kalau ada yang rusak, tangung jawab rekanan untuk kembali memperbaikinya sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan.

Gedung Daerah yang berada di lahan strategis di tepian Sungai Siak atau di bawah Jembatan Siak ini bangunannya cukup unik, perpaduan klasik dan moderen. Di bagian atas gedung berbentuk kubah seperti bangunan masjid di masa lalu. Begitu juga dengan Gedung Kesenian yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Siak, bentuk dan perpaduan cat sangat kental nuansa Melayu.

“Gedung Daerah yang dikerjakan dua tahun terakhir menghabiskan APBD Siak Rp100 miliar, sedangkan Gedung Kesenian Rp16 miliar. Tahun ini, kita kembali anggarkan Rp40 miliar untuk Gedung Daerah dan Rp5,2 miliar untuk Gedung Kesenian,” jelas Irving.

Khusus untuk pembangunan Jembatan Kupu-kupu yang berada di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, Pemkab Siak menggunakan jasa arsitek ternama, jebolan ITB, Anang.

“Arsitek yang membangun Jembatan Kupu-kupu ini juga sudah berpengalaman merancang Jembatan Barelang di Batam, Jembatan Suramadu di Jawa dan Jembatan Siak kita ini. Anggarannya mencapai Rp14 miliar,” jelasnya

Panjang jembatan sekitar 500, dibuat dari rangka baja dan dirancang sedemikian menarik, seperti kupu-kupu, disekitarnya juga dikelilingi bunga warna-warni. Saat berada di Jembatan Kupu-kupu, orang dapat menikmati keindahan Istana Siak yang berdiri kokoh di seberang sungai. Pemandangan luar biasa, asri dan natural,” tutupnya.

Jembatan kupu-kupu diharapkan menjadi objek wisata baru di Kabupaten Siak, dengan tanpa mengubah fungsi dasar sebagai sarana penghubung desa atau kampung yang ada di Kecamatan Mempura.

 

Rita/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : Siakkab

http://beritadaerah.co.id/2016/01/14/bupati-siak-ingin-gedung-yang-dibangun-bernuansa-melayu-dan-tahan-50-tahun/

Share This

Comments